"Untuk menambah bobot pengetahuan, mahasiswa perlu studi lapangan, terutama dalam pembelajaran mata kuliah Pengantar Arkeologi", demikian disampaikan oleh Dr. Moh Ali Fadillah saat membersamai mahasiswa Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Setia Budhi Rangkasbitung di Situs Purbakala
Pandeglang (8/11/25)— Dalam upaya menggali kembali identitas kebudayaan Banten yang autentik, para seniman, budayawan, dan akademisi berkumpul dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Rekonstruksi Muka Banten Berlandaskan Babad Banten dan Babad Banten Girang.” Kegiatan
(1/11/25) Serang, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (Himadira) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sukses menggelar Seminar Nasional Eko-Historis bertajuk “Ingatan Lestari Menyatu dengan Alam Nusantara”. bertempat di ruang Multimedia kampus E Sindangsari, Kegiatan ini menghadirkan berbagai
Selamat bergabung dengan situs “Banten Heritage”. Perkenankan kami berbagi informasi tentang “The World of Banten”. Alam, manusia, dan segala kearifan pikir, rasa dan tindak dalam bentang ruang dan siklus waktu di tanah titipan Banten adalah warisan bersama. Segala bentuk yang berkoeksistensi dan berkohabitasi dalam keseluruhan ekosistem alam dan manusia di ujung paling barat Pulau Jawa, sesederhana apapun wujudnya dalam pandangan sesaat, perlahan dan pasti, akan menampakkan kompleksitasnya apabila kita dapat memberikan perhatian penuh. Hanya dengan kesadaran terdidik kita dapat memahami “message” masa lalu. Namun ketika hendak memaknainya dalam konteks modernitas, diperlukan kontemplasi yang mendalam dan juga studi yang sungguh-sungguh dari berbagai sudut pandang keilmuan.
Dalam konteks inilah “Banten Heritage” dengan segala keterbatasan gagasan, pikir dan laku sosial, mengajak anda untuk bersama-sama mengambil bagian dalam melestarikan, mengelola dan mengembangkan memori kolektif Banten bagi kemajuan kebudayaan dan peradaban bangsa. (Moh. Ali Fadillah | Pendiri BH).