Pandeglang — Dr. Moh Ali Fadillah menegaskan pentingnya kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan dalam kuliah umum bertema “Ekonomi Politik, Kebudayaan dan Pariwisata” yang digelar Selasa malam (23/12) di Saung Saba Juhut, Pandeglang. Kegiatan ini diikuti
Kuliah umum Banten Heritage disambut baik oleh mahasiswa yang diikuti oleh Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Banten Raya. Kuliah umum yang menggunakan metode pembelajaran Tiki-taka. Tiki-taka yang
PANDEGLANG – Hubungan antara kebudayaan dan pembangunan menjadi pokok bahasan dalam Kuliah Umum bertema Ekonomi Politik, Kebudayaan dan Pariwisata yang disampaikan Dr. Moh Ali Fadillah pada Selasa malam (23/12) di Saung Saba Juhut, Kabupaten Pandeglang.
Selamat bergabung dengan situs “Banten Heritage”. Perkenankan kami berbagi informasi tentang “The World of Banten”. Alam, manusia, dan segala kearifan pikir, rasa dan tindak dalam bentang ruang dan siklus waktu di tanah titipan Banten adalah warisan bersama. Segala bentuk yang berkoeksistensi dan berkohabitasi dalam keseluruhan ekosistem alam dan manusia di ujung paling barat Pulau Jawa, sesederhana apapun wujudnya dalam pandangan sesaat, perlahan dan pasti, akan menampakkan kompleksitasnya apabila kita dapat memberikan perhatian penuh. Hanya dengan kesadaran terdidik kita dapat memahami “message” masa lalu. Namun ketika hendak memaknainya dalam konteks modernitas, diperlukan kontemplasi yang mendalam dan juga studi yang sungguh-sungguh dari berbagai sudut pandang keilmuan.
Dalam konteks inilah “Banten Heritage” dengan segala keterbatasan gagasan, pikir dan laku sosial, mengajak anda untuk bersama-sama mengambil bagian dalam melestarikan, mengelola dan mengembangkan memori kolektif Banten bagi kemajuan kebudayaan dan peradaban bangsa. (Moh. Ali Fadillah | Pendiri BH).