Serang (16/12/25) Bendung Lama Pamarayan resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional setelah melalui proses kajian panjang dan berulang. Penetapan tersebut mendapat apresiasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Banten. Anggota TACB Provinsi Banten,
PANDEGLANG, Menindaklanjuti pelaporan penemuan sejumlah artefak oleh Japra dan rekannya Anggota Banten Heritage, juru pelihara setempat dilaporkan telah menemukan beberapa fragmen benda kuno. Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Dewan Pengawas Banten Heritage. Moh. Ali Fadillah
Pikukuh yang sangat terkenal "Gunung teu menang dilebur, lebak teu menang dirusak" itu bukan sekedar rangkaian kata berasal dari masyarakat adat Kanekes tetapi sebagai prinsip ataupun ideologi tentang bagaimana melestarikan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya
Selamat bergabung dengan situs “Banten Heritage”. Perkenankan kami berbagi informasi tentang “The World of Banten”. Alam, manusia, dan segala kearifan pikir, rasa dan tindak dalam bentang ruang dan siklus waktu di tanah titipan Banten adalah warisan bersama. Segala bentuk yang berkoeksistensi dan berkohabitasi dalam keseluruhan ekosistem alam dan manusia di ujung paling barat Pulau Jawa, sesederhana apapun wujudnya dalam pandangan sesaat, perlahan dan pasti, akan menampakkan kompleksitasnya apabila kita dapat memberikan perhatian penuh. Hanya dengan kesadaran terdidik kita dapat memahami “message” masa lalu. Namun ketika hendak memaknainya dalam konteks modernitas, diperlukan kontemplasi yang mendalam dan juga studi yang sungguh-sungguh dari berbagai sudut pandang keilmuan.
Dalam konteks inilah “Banten Heritage” dengan segala keterbatasan gagasan, pikir dan laku sosial, mengajak anda untuk bersama-sama mengambil bagian dalam melestarikan, mengelola dan mengembangkan memori kolektif Banten bagi kemajuan kebudayaan dan peradaban bangsa. (Moh. Ali Fadillah | Pendiri BH).