BERITA

Prospek Riset di Situs Cidaresi Pandeglang

PANDEGLANG, Menindaklanjuti pelaporan penemuan sejumlah artefak oleh Japra dan rekannya Anggota Banten Heritage, juru pelihara setempat dilaporkan telah menemukan beberapa fragmen benda kuno. Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Dewan Pengawas Banten Heritage.

Moh. Ali Fadillah dan Ahmad Saiful selaku Dewan Pengawas Banten Heritage mengunjungi lokasi penemuan pada Sabtu (13/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, keduanya meminta keterangan dari Agus Rian dan Juhanda terkait kronologi penemuan fragmen artefak tersebut.

Agus Rian menjelaskan bahwa benda-benda tersebut ditemukan di sungai saat dirinya tengah membersihkan aliran air.
“Abdi manggihanna barang-barang éta di sungai nuju ngalereskeun aliran cai. Mangrupa barang-barang kuno teras dibawa ka rompok, khawatir ieu penting ka hareupna,” ujarnya.

Berdasarkan hasil identifikasi awal yang dilakukan di rumah juru pelihara, Moh. Ali Fadillah menyampaikan bahwa temuan tersebut terdiri atas fragmen tembikar, pecahan keramik, serta sebuah kowi atau wadah pelebur logam. Menurutnya, karakter pecahan keramik yang ditemukan menunjukkan kesamaan periode dengan tinggalan arkeologis Banten Girang.

“Pecahan keramik ini menunjukkan periode yang sama dengan Banten Girang. Hal ini mengindikasikan bahwa Situs Cidaresi kemungkinan memiliki keterkaitan historis dengan Kerajaan Banten Girang pada abad ke-12 hingga ke-14,” kata Ali.

Sementara itu, Ahmad Saiful menambahkan bahwa keberadaan situs tersebut diduga sebagai kawasan suci yang dalam tradisi lokal dianggap sebagai tempat bermukimnya para ajar atau pendeta, sebagaimana disebutkan dalam Babad Banten. Menurutnya, temuan ini memiliki prospek besar untuk ditindaklanjuti melalui penelitian yang lebih sistematis.

“Penemuan ini penting untuk membuka pemahaman tentang sejarah kuno Banten sebelum memasuki era Kesultanan,” pungkas Saiful.

***Penulis Aldin/BH

Prospek Riset di Situs Cidaresi Pandeglang

PANDEGLANG, Menindaklanjuti pelaporan penemuan sejumlah artefak oleh Japra dan rekannya Anggota Banten Heritage, juru pelihara setempat dilaporkan telah menemukan beberapa fragmen benda kuno. Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Dewan Pengawas Banten Heritage.

Moh. Ali Fadillah dan Ahmad Saiful selaku Dewan Pengawas Banten Heritage mengunjungi lokasi penemuan pada Sabtu (13/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, keduanya meminta keterangan dari Agus Rian dan Juhanda terkait kronologi penemuan fragmen artefak tersebut.

Agus Rian menjelaskan bahwa benda-benda tersebut ditemukan di sungai saat dirinya tengah membersihkan aliran air.
“Abdi manggihanna barang-barang éta di sungai nuju ngalereskeun aliran cai. Mangrupa barang-barang kuno teras dibawa ka rompok, khawatir ieu penting ka hareupna,” ujarnya.

Berdasarkan hasil identifikasi awal yang dilakukan di rumah juru pelihara, Moh. Ali Fadillah menyampaikan bahwa temuan tersebut terdiri atas fragmen tembikar, pecahan keramik, serta sebuah kowi atau wadah pelebur logam. Menurutnya, karakter pecahan keramik yang ditemukan menunjukkan kesamaan periode dengan tinggalan arkeologis Banten Girang.

“Pecahan keramik ini menunjukkan periode yang sama dengan Banten Girang. Hal ini mengindikasikan bahwa Situs Cidaresi kemungkinan memiliki keterkaitan historis dengan Kerajaan Banten Girang pada abad ke-12 hingga ke-14,” kata Ali.

Sementara itu, Ahmad Saiful menambahkan bahwa keberadaan situs tersebut diduga sebagai kawasan suci yang dalam tradisi lokal dianggap sebagai tempat bermukimnya para ajar atau pendeta, sebagaimana disebutkan dalam Babad Banten. Menurutnya, temuan ini memiliki prospek besar untuk ditindaklanjuti melalui penelitian yang lebih sistematis.

“Penemuan ini penting untuk membuka pemahaman tentang sejarah kuno Banten sebelum memasuki era Kesultanan,” pungkas Saiful.

***Penulis Aldin/BH

PANEL LOGIN

Scroll to Top