Serang (8/2/2026) — Penerbit Banten Heritage bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Serang melaksanakan penelitian terhadap struktur Balekambang yang berada di Pulau Tasikardi, Kabupaten Serang. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap nilai sejarah dan potensi penetapan Balekambang sebagai Cagar Budaya.
Tasikardi diketahui merupakan pulau buatan yang dibangun pada masa Kesultanan Banten. Pulau ini berfungsi sebagai penampungan air, dengan sumber air berasal dari Kali Kranjen melalui pintu air Cikaduen. Debit air yang masuk ke Tasikardi memiliki kedalaman sekitar tiga meter. Di tengah pulau buatan tersebut terdapat sebuah struktur bangunan yang dikenal dengan nama Balekambang.
Ketua TACB Kabupaten Serang, Ali Fadillah, menyatakan bahwa Balekambang Tasikardi memiliki nilai sejarah penting sehingga layak untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Ia menjelaskan bahwa Balekambang digunakan oleh Sultan Banten sebagai tempat menerima tamu-tamu penting, termasuk tamu yang berasal dari Belanda.
“Balekambang ini memiliki peran historis yang signifikan. Selain sebagai tempat menerima tamu, air dari Tasikardi dialirkan melalui pipa terakota menuju Pangindelan Abang, Pangindelan Putih, dan Pangindelan Emas, hingga akhirnya mengalir ke kawasan Keraton Surosowan,” ujar Ali.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh tim Penerbit Japra dan Aldin, dilakukan pengukuran terhadap struktur bangunan Balekambang. Hasilnya menunjukkan bahwa panjang teras bangunan mencapai 19 meter dengan lebar bangunan 17 meter. Lebar pintu bagian dalam tercatat 1 meter 7 sentimeter, sedangkan lebar pintu luar 1 meter 32 sentimeter. Struktur bangunan ini menghadap ke arah selatan, dengan posisi pintu berada di sisi utara dan barat.
Selain itu, di lokasi juga ditemukan sebuah kolam berukuran lebar lima meter dan panjang 6,4 meter. Struktur Balekambang terdiri atas beberapa ruang yang diduga berfungsi sebagai kamar dan ruang tamu. Penelitian juga menemukan keberadaan tegel berukuran 28 x 28 sentimeter dengan ketebalan 3,4 sentimeter, serta sejumlah temuan gerabah dan fragmen keramik di permukaan situs.
Anggota TACB Kabupaten Serang, Syarif, menambahkan bahwa berdasarkan temuan struktur dan artefak tersebut, Balekambang Tasikardi dapat diidentifikasi sebagai sebuah pesanggrahan.
“Melihat fungsi, tata ruang, serta temuan artefaknya, struktur ini sangat kuat untuk disebut sebagai pesanggrahan Tasikardi,” ungkap Syarif.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam proses penetapan Balekambang Tasikardi sebagai Cagar Budaya, sekaligus memperkuat pemahaman tentang sistem tata air dan kehidupan istana pada masa Kesultanan Banten.
Aldin/BH