BERITA

Observasi Objek Diduga Cagar Budaya Kampung Kenari, Kasunyatan-Serang

KOTA SERANG.- Tim Banten Heritage bersama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) turut membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Badan Perencanaan & Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pendidikan & Kebudayaan (Dindikbud), dalam kegiatan observasi objek diduga Cagar Budaya di Kampung Kenari, Kecamatan Kasemen, Kota Serang pada Kamis (14/08/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur dan Dewan Pengawas Banten Heritage, Prof. Mufti Ali, Ph.D & Dr. Moh. Ali Fadilah, didampingi Ketua Kenaziran Masjid Agung Kenari, Tb. Qurtubi Hanati. "Hari ini, kami dari Tim Banten Heritage membantu pihak Pemkot Serang dalam hal ini Bappeda dan Dindikbud, survey objek diduga Cagar Budaya, di Kampung Kenari, Kecamatan Kasemen, salah satunya Nisan Batu Aceh di Kompleks Makam Sultan Abu'l Mafakhir Mahmud Abdul Qadir di Kampung Kenari," kata Mufti Ali.

Ditambahkan, Banyak nisan tipe Aceh asal abad XVII dan XVIII yang memerlukan perhatian untuk pelindungan dan perawatan sebagai salah satu bukti sejarah Banten.***

 

Observasi Objek Diduga Cagar Budaya Kampung Kenari, Kasunyatan-Serang

KOTA SERANG.- Tim Banten Heritage bersama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) turut membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Badan Perencanaan & Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pendidikan & Kebudayaan (Dindikbud), dalam kegiatan observasi objek diduga Cagar Budaya di Kampung Kenari, Kecamatan Kasemen, Kota Serang pada Kamis (14/08/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur dan Dewan Pengawas Banten Heritage, Prof. Mufti Ali, Ph.D & Dr. Moh. Ali Fadilah, didampingi Ketua Kenaziran Masjid Agung Kenari, Tb. Qurtubi Hanati. “Hari ini, kami dari Tim Banten Heritage membantu pihak Pemkot Serang dalam hal ini Bappeda dan Dindikbud, survey objek diduga Cagar Budaya, di Kampung Kenari, Kecamatan Kasemen, salah satunya Nisan Batu Aceh di Kompleks Makam Sultan Abu’l Mafakhir Mahmud Abdul Qadir di Kampung Kenari,” kata Mufti Ali.

Ditambahkan, Banyak nisan tipe Aceh asal abad XVII dan XVIII yang memerlukan perhatian untuk pelindungan dan perawatan sebagai salah satu bukti sejarah Banten.***

 

PANEL LOGIN

Scroll to Top