Lebak, – Tradisi agraris berbasis kearifan lokal yaitu ritual Ngubaran Pare yang dilaksanakan oleh masyarakat Kaolotan Cilebang, Desa Sinarjaya, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan ini turut didokumentasikan Banten Heritage, dalam rangka memenuhi undangan langsung masyarakat kaolotan Cilembang.

Ngubaran Pare merupakan ritual penyembuhan tanaman padi yang dilakukan pasca masa tanam. Tradisi ini bertujuan untuk mencegah serangan hama dan penyakit yang berpotensi merusak hasil panen. Berbeda dengan praktik pertanian modern yang mengandalkan bahan kimia, masyarakat Kaolotan Cilebang tetap mempertahankan metode alami yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam pelaksanaannya, warga menggunakan berbagai jenis dedaunan yang memiliki fungsi ekologis tertentu. Daun hangasa dipercaya mampu menghadang hama, daun dalid angin untuk mengatasi hama berem, daun harendong untuk membasmi ulat, serta daun gempol sebagai pengendali hama. Seluruh bahan tersebut ditumbuk hingga halus, kemudian dipadukan dengan pembacaan jampe atau mantra sebagai bagian dari sistem kepercayaan lokal.
Ritual dilakukan secara kolektif melalui kegiatan riungan di rumah warga. Prosesi diawali dengan pembacaan tawasul, dilanjutkan pembacaan jampe (Mantra) oleh dukun adat, serta pembacaan naskah Sajarah dan naskah Sulanjana. Setelah prosesi selesai, ramuan yang telah didoakan dibagikan kepada warga untuk kemudian disebarkan ke lahan sawah masing-masing.