SERANG 9/10/26 – Upaya memperluas pengenalan kebudayaan Banten kepada masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan lokakarya konten promosi yang mengangkat kiprah ulama besar Syekh Yusuf Al-Makassari. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 9-11 Oktober 2026 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Kota Serang, Banten.
Lokakarya ini bertujuan memperluas penyebarluasan informasi mengenai kekayaan sejarah dan kebudayaan Banten, sekaligus memperkenalkan peran penting Syekh Yusuf Al-Makassari dalam perjalanan sejarah Kesultanan Banten serta perjuangannya melawan dominasi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).
Dalam pemaparannya, Dr. H. Fadullah, S.Ag., M.Si., menjelaskan hubungan erat antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Syekh Yusuf Al-Makassari. Keduanya dikenal sebagai tokoh penting yang memiliki peran besar dalam menghadapi kekuatan VOC di Banten.
Menurutnya, Syekh Yusuf tidak hanya dikenal sebagai ulama dan pendidik, tetapi juga sebagai tokoh yang terlibat dalam perjuangan politik dan diplomasi pada masa Kesultanan Banten. Kehadirannya di Banten menjadi bagian penting dari perkembangan keilmuan Islam sekaligus dinamika perlawanan terhadap kolonialisme.
Syekh Yusuf Al-Makassari berasal dari Kerajaan Gowa, Makassar. Pada 1664, ketika berusia sekitar 18 tahun, ia pergi ke Banten untuk memperdalam ilmu agama. Kedatangannya bertepatan dengan masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Dalam perkembangannya, Syekh Yusuf menjadi bagian penting dari lingkungan keilmuan dan pemerintahan Kesultanan Banten.
Perjalanan intelektual Syekh Yusuf berlanjut ke sejumlah pusat pendidikan Islam di Timur Tengah, termasuk Makkah, Madinah, dan Damaskus. Setelah bertahun-tahun menuntut ilmu, ia kembali ke Banten dan memperoleh kedudukan terhormat sebagai ulama serta pendidik. Hubungannya dengan Sultan Ageng Tirtayasa semakin erat, termasuk melalui ikatan perkawinan dengan anggota keluarga kesultanan.
Lebih jauh, kiprah Syekh Yusuf tidak berhenti di Banten. Perjuangannya berlanjut hingga Sri Lanka, tempat ia menjalani masa pengasingan selama kurang lebih sepuluh tahun. Aktivitas dakwah dan pengaruhnya membuat pemerintah kolonial Belanda memandangnya sebagai sosok yang berbahaya bagi kepentingan kolonial.
Syekh Yusuf kemudian diasingkan ke Cape Town, Afrika Selatan. Di tempat tersebut, ia tetap melanjutkan dakwah dan membangun pengaruh keagamaan di tengah masyarakat. Jejak keberadaannya turut dikenang melalui kawasan yang dikenal sebagai Kampung Makassar serta kompleks makamnya yang hingga kini menjadi bagian penting dari ingatan sejarah masyarakat Muslim di Afrika Selatan.
Sementara itu, Dr. Moh. Ali Fadillah, DEA, dalam pemaparannya mengenai “Cultural Landscape of Banten During the Critical Period”, menyoroti pentingnya melihat sejarah Banten melalui hubungan lintas wilayah dan jaringan budaya. Ia juga mengangkat perhatian akademik terhadap warisan Syekh Yusuf di Afrika Selatan.
Pada 2017, disampaikan, terdapat perhatian dari kalangan akademik Universitas Cape Town terhadap sejarah hubungan Makassar, Banten, dan Afrika Selatan. Kunjungan akademisi ke Indonesia, termasuk ke Makassar dan Banten, menjadi bagian dari upaya menelusuri kembali identitas sejarah dan warisan Syekh Yusuf yang tetap hidup di luar tanah kelahirannya.
Pembahasan mengenai perjalanan Syekh Yusuf juga berkaitan dengan berbagai sumber sejarah kolonial, salah satunya karya J.K.J. de Jonge, “De Opkomst van het Nederlandsch Gezag in Oost-Indië”, yang membahas perkembangan kekuasaan Belanda di Hindia Timur.
Melalui lokakarya ini, semangat dan nilai perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan konten promosi kebudayaan Banten. Pengemasan sejarah melalui konten yang menarik, informatif, dan mudah diakses diharapkan mampu memperkenalkan tokoh-tokoh penting Banten kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sejarah Banten tidak hanya berkaitan dengan kejayaan kesultanan di masa lalu, tetapi juga mencerminkan jaringan intelektual, diplomasi, dakwah, dan perjuangan yang melampaui batas wilayah. Kiprah Syekh Yusuf Al-Makassari menjadi bukti bahwa warisan kebudayaan Banten memiliki arti penting dalam sejarah Indonesia maupun dunia.
Aldin/BH