Serang, 1 Maret 2026 — Tim dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Serang bersama penerbit Banten Heritage kembali turun langsung ke lapangan untuk menelusuri sejumlah titik bersejarah di kawasan Banten Lama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pendataan sekaligus penguatan kajian sejarah terhadap tinggalan masa Kesultanan Banten yang masih tersisa hingga kini.
Peninjauan dilakukan di beberapa lokasi penting, mulai dari reruntuhan Masjid Pecinan, kawasan Pangindelan Abang, hingga jalur air kuno yang terhubung dari Situ Tasikardi menuju kompleks Surasowan. Di lokasi reruntuhan masjid pecinan, tim menemukan satu makam Tionghoa serta dua makam Islam yang identitasnya masih belum diketahui dan memerlukan penelitian lanjutan.
Menurut Dadan Sujana, struktur reruntuhan tersebut memiliki nilai penting sehingga perlu segera didorong proses penetapannya sebagai objek cagar budaya. Hal senada juga ditegaskan oleh Ali Fadillah yang menyebut bahwa temuan ini menjadi bukti kuat interaksi budaya dan keberagaman masyarakat Banten pada masa lampau.
Sementara itu, Japra menyampaikan ketertarikan tim penerbit terhadap sistem jalur air kuno yang mengalir dari Tasikardi melalui pipa terakota melewati Pangindelan Abang hingga ke kawasan Surasowan. Ia menilai teknologi penjaringan air pada masa itu tergolong luar biasa, menunjukkan bahwa masyarakat Banten telah memiliki sistem tata air yang maju dan terencana jauh sebelum era modern.
Aldin/BH