Cover 001 001

DETAIL BERITA

Dari Huma ke Peradaban: Kisah Padi Membentuk Identitas Masyarakat Nusantara

Dalam pertemuan Kelas Heritage Secara Daring pada (20/2/26). Membahas Tradisi Pertanian, ternyata tani bukan sekadar soal menanam dan memanen. Menurut Dr. Moh Ali Fadillah, praktik huma dan penghormatan terhadap padi justru menjadi fondasi terbentuknya struktur sosial, tata ruang permukiman, hingga identitas budaya masyarakat Nusantara. Ia menjelaskan bahwa pola hidup agraris ini merupakan warisan panjang masyarakat Austronesia sejak masa Neolitik yang tetap bertahan, meskipun kemudian wilayah Nusantara menerima pengaruh besar dari peradaban India dan Tiongkok.

Dalam kajian budaya, pertanian juga dipahami sebagai proses yang sakral. Penelitian antropolog Jepang Toichi Mabuchi menunjukkan bahwa mitologi asal-usul tanaman pangan sering dikaitkan dengan pengorbanan dan kekuatan spiritual. Di Banten, kisah dewi padi "Nyi Pohaci Sanghyang Asri" menjadi simbol hubungan erat antara manusia, alam, dan dunia adikodrati. “Padi bukan hanya sumber pangan, tetapi juga pusat nilai dan kepercayaan masyarakat,” ujar Ali Fadillah.

Ia menambahkan, terbentuknya masyarakat agraris di Nusantara merupakan hasil perpaduan adaptasi lingkungan, migrasi manusia, dan pandangan kosmologis yang berkembang selama ribuan tahun. Tradisi huma serta ritual padi hingga kini masih hidup dalam praktik masyarakat, menjadi bukti bahwa warisan peradaban awal tidak pernah benar-benar hilang, melainkan terus bertransformasi mengikuti zaman.

Dari Huma ke Peradaban: Kisah Padi Membentuk Identitas Masyarakat Nusantara

Dalam pertemuan Kelas Heritage Secara Daring pada (20/2/26). Membahas Tradisi Pertanian, ternyata tani bukan sekadar soal menanam dan memanen. Menurut Dr. Moh Ali Fadillah, praktik huma dan penghormatan terhadap padi justru menjadi fondasi terbentuknya struktur sosial, tata ruang permukiman, hingga identitas budaya masyarakat Nusantara. Ia menjelaskan bahwa pola hidup agraris ini merupakan warisan panjang masyarakat Austronesia sejak masa Neolitik yang tetap bertahan, meskipun kemudian wilayah Nusantara menerima pengaruh besar dari peradaban India dan Tiongkok.

Dalam kajian budaya, pertanian juga dipahami sebagai proses yang sakral. Penelitian antropolog Jepang Toichi Mabuchi menunjukkan bahwa mitologi asal-usul tanaman pangan sering dikaitkan dengan pengorbanan dan kekuatan spiritual. Di Banten, kisah dewi padi “Nyi Pohaci Sanghyang Asri” menjadi simbol hubungan erat antara manusia, alam, dan dunia adikodrati. “Padi bukan hanya sumber pangan, tetapi juga pusat nilai dan kepercayaan masyarakat,” ujar Ali Fadillah.

Ia menambahkan, terbentuknya masyarakat agraris di Nusantara merupakan hasil perpaduan adaptasi lingkungan, migrasi manusia, dan pandangan kosmologis yang berkembang selama ribuan tahun. Tradisi huma serta ritual padi hingga kini masih hidup dalam praktik masyarakat, menjadi bukti bahwa warisan peradaban awal tidak pernah benar-benar hilang, melainkan terus bertransformasi mengikuti zaman.

PANEL LOGIN

Scroll to Top