Berita
2 Menit Baca
312 Dibaca
Ngajiwa Kaolotan Cilebang, Wujud Syukur Panen Dan Pelestarian Warisan Budaya Leluhur
BH
Peneliti Adat & Tradisi
Tim Redaksi & Kurator Banten Heritage
Kamis, 02 Juli 2026
312 kali dibaca
Ritus adat Ngajiwa di Kasepuhan Cilebang menjadi bukti keteguhan kearifan lokal masyarakat adat dalam memuliakan benih padi dan menjaga kelestarian hutan titipan karuhun.
Lebak, 2 Juli 2026 — Banten Heritage memenuhi undangan Kaolotan Cilebang untuk menghadiri dan mendokumentasikan pelaksanaan Ritus Ngajiwa, sebuah tradisi adat masyarakat kasepuhan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi sekaligus puncak rangkaian penghormatan terhadap padi sebagai sumber kehidupan. Kegiatan berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di Kaolotan Cilebang, Kabupaten Lebak, Banten.
Ngajiwa merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan berakar pada nilai-nilai leluhur yang menekankan pentingnya menjaga keselarasan batin, keharmonisan sosial, dan keseimbangan alam. Bagi masyarakat Kaolotan Cilebang, ritual ini bukan sekadar perayaan panen, melainkan bagian dari upaya merawat hubungan manusia dengan alam serta melestarikan pengetahuan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan bubuka dan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas hasil panen. Selanjutnya dilaksanakan prosesi Netepkeun Pare, yaitu menurunkan padi lama dari lumbung dan memasukkan padi hasil panen baru. Padi yang disimpan sebelumnya dimanfaatkan sebagai hidangan makan bersama selama rangkaian Ngajiwa, sementara padi baru disimpan sebagai cadangan pangan untuk musim berikutnya.
Pada malam harinya, masyarakat mengikuti prosesi Maca Seh yang dilanjutkan dengan pembacaan dongeng Sulamjana dan Sukmaniti. Tradisi lisan tersebut menjadi media pewarisan nilai, ajaran, serta pandangan hidup masyarakat adat yang terus dijaga keberlangsungannya.
Rangkaian berikutnya diisi dengan pementasan kesenian tradisional, di antaranya Pokplod Angklung dan Tari Nadi Jiwa. Menurut Melati Sri Ari Lestari dari Sanggar Gentra Budaya Sobang, Tari Nadi Jiwa merupakan karya yang diangkat dari kesakralan ritual padi dan dikemas menjadi pertunjukan seni tanpa menghilangkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya.
Pada malam 17 Muharam, dilaksanakan prosesi memandikan pusaka, yaitu ritual pembersihan benda-benda pusaka milik Kaolotan Cilebang yang dipimpin oleh Olot Muhidin. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus bentuk pelestarian nilai-nilai adat yang masih hidup di tengah masyarakat.
Seluruh rangkaian Ngajiwa ditutup dengan ritual Nyebor pada pagi hari. Ritual ini merupakan prosesi tolak bala yang dilakukan dengan memercikkan air kepada masyarakat serta menyiram air ke empat penjuru sebagai simbol doa agar masyarakat senantiasa memperoleh keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Kehadiran Banten Heritage dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendokumentasikan, mempromosikan, dan mendukung pelestarian warisan budaya Banten. Tradisi seperti Ngajiwa menjadi bukti bahwa pengetahuan lokal, ritus adat, dan nilai-nilai gotong royong masih terjaga serta memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat.
Banten Heritage berharap dokumentasi dan publikasi kegiatan ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan tradisi budaya Banten, sekaligus mendorong upaya pelestarian warisan budaya takbenda agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Aldin/BH
Rujukan Sumber Otentik
Dipublikasikan Oleh Lembaga Banten Heritage
Artikel ini merupakan dokumentasi warta kebudayaan resmi yang dihimpun oleh Redaksi Banten Heritage guna mendukung pemajuan kebudayaan daerah dan pelestarian warisan budaya leluhur Banten.
Berita Terkait Lainnya
Warta cagar budaya dan peristiwa kebudayaan terhangat lainnya.
Berita
Banten Heritage Gelar Kemah Budaya, Telusuri Jejak Sejarah Lada Dan Megalitikum Di Cihunjuran
01 Nov 2026
35 dibaca
Berita
Festival Literasi: Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat Lebak
30 Okt 2026
5 dibaca
Berita
Lima Objek Diduga Cagar Budaya Di Kabupaten Lebak Segera Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya
14 Okt 2026
350 dibaca
Artikel
Lokakarya Konten Promosi Angkat Kiprah Syekh Yusuf Al-Makassari Dan Sejarah Perjuangan Banten
09 Okt 2026
289 dibaca