Serang (10/4/2026) – Arsip sejarah dinilai sebagai fondasi utama dalam merekonstruksi masa lalu Banten secara lebih objektif. Hal ini disampaikan oleh Dadan Sujana yang menekankan pentingnya verifikasi dalam penggunaan sumber-sumber sejarah, terutama arsip kolonial dan dokumentasi visual.
Menurutnya, melimpahnya arsip, khususnya dari masa kolonial, tidak serta-merta menjamin kebenaran sejarah. Diperlukan sikap kritis dan metode verifikasi yang ketat agar data yang digunakan tidak bias. Ia mencontohkan dalam penelitiannya terkait Bank Banten, di mana foto dan dokumen tidak langsung diterima begitu saja, melainkan diuji melalui kesaksian para pelaku atau saksi hidup yang mengetahui peristiwa tersebut.
Lebih lanjut, Dadan menegaskan bahwa arsip harus dipahami sebagai pintu masuk untuk membaca realitas masa lalu, bukan sebagai kebenaran tunggal. Tanpa proses kritik sumber, penulisan sejarah berpotensi terjebak dalam subjektivitas, terutama jika hanya bergantung pada satu jenis arsip.
Dengan demikian, ia menilai bahwa integrasi antara arsip tertulis, bukti visual, dan kesaksian lisan menjadi langkah penting dalam menghadirkan historiografi Banten yang lebih akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.