BERITA

Membangun Kompetensi Literasi, Tema Milad ke-19 Banten Heritage

PANDEGLANG.- Banten Heritage menggelar Milangkala (ulang tahun) yang ke-19, bertempat di Saba Juhut Kecamatan Karangtanjung, Pandeglang, Banten, Sabtu (15/01/2022).  Acara Milangkala ke-19 tersebut mengambil tema "Membangun Kompetensi Literasi Jiwa Muda Banten Heritage dalam Kerja Nyata & Berkarya". Hadir dalam acara tersebut, para Pupuhu (pendiri) Banten Heritage, unsur pengurus, Mitra Muda Banten Heritage (MMBH) serta pengurus Himpunan Peramu Wisata (HPI) Banten.

Ditengah rangkaian acara diskusi, Haodudin selaku direktur Banten Heritage mengugkapkan sejumlah kegiatan yang dilakukan pengurus selama satu tahun ke belakang. "Sejauh ini pengurus Banten Heritage telah membuat terobosan dengan membuat dua aplikasi Silada Banten dan Augmented Reality Museum Kepurbakalaan Banten. Untuk aplikasi yang kami rilis yaitu Silada Banten dan Ar Museum Kepurbakalaan Banten, dan aplikasi ini bisa di download di Play Store" ujarnya.

Haodudin menjelaskan aplikasi yang dibuat tersebut bekerjasama dengan BPCB Banten dengan tujuan untuk menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat terkait jalur rempah yang ada di Banten. "Aplikasi ini dibuat bekerjasama dengan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten dan jalur rempah nusantara, untuk menyampaikan pengetahuan jalur rempah dengan sistem game edukasi. Untuk aplikasi AR Museum Kepurbakalaan, hampir sama dengan aplikasi Silada, yaitu memanfaatkan era digital untuk menjadikan sarana edukasi sejarah dan budaya," katanya.

Sementara itu, Dr. Ali Fadilah mewakili Pupuhu (pendiri) Banten Heritage menyarankan kepada seluruh pengurus Banten Heritage untuk melakukan inovasi dan memperbanyak literasi. "Banten Heritage harus bisa menawarkan branding, terutama berkaitan dengan budaya yang selama ini terkesan monoton," katanya.***

Membangun Kompetensi Literasi, Tema Milad ke-19 Banten Heritage

PANDEGLANG.- Banten Heritage menggelar Milangkala (ulang tahun) yang ke-19, bertempat di Saba Juhut Kecamatan Karangtanjung, Pandeglang, Banten, Sabtu (15/01/2022).  Acara Milangkala ke-19 tersebut mengambil tema “Membangun Kompetensi Literasi Jiwa Muda Banten Heritage dalam Kerja Nyata & Berkarya”. Hadir dalam acara tersebut, para Pupuhu (pendiri) Banten Heritage, unsur pengurus, Mitra Muda Banten Heritage (MMBH) serta pengurus Himpunan Peramu Wisata (HPI) Banten.

Ditengah rangkaian acara diskusi, Haodudin selaku direktur Banten Heritage mengugkapkan sejumlah kegiatan yang dilakukan pengurus selama satu tahun ke belakang. “Sejauh ini pengurus Banten Heritage telah membuat terobosan dengan membuat dua aplikasi Silada Banten dan Augmented Reality Museum Kepurbakalaan Banten. Untuk aplikasi yang kami rilis yaitu Silada Banten dan Ar Museum Kepurbakalaan Banten, dan aplikasi ini bisa di download di Play Store” ujarnya.

Haodudin menjelaskan aplikasi yang dibuat tersebut bekerjasama dengan BPCB Banten dengan tujuan untuk menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat terkait jalur rempah yang ada di Banten. “Aplikasi ini dibuat bekerjasama dengan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten dan jalur rempah nusantara, untuk menyampaikan pengetahuan jalur rempah dengan sistem game edukasi. Untuk aplikasi AR Museum Kepurbakalaan, hampir sama dengan aplikasi Silada, yaitu memanfaatkan era digital untuk menjadikan sarana edukasi sejarah dan budaya,” katanya.

Sementara itu, Dr. Ali Fadilah mewakili Pupuhu (pendiri) Banten Heritage menyarankan kepada seluruh pengurus Banten Heritage untuk melakukan inovasi dan memperbanyak literasi. “Banten Heritage harus bisa menawarkan branding, terutama berkaitan dengan budaya yang selama ini terkesan monoton,” katanya.***

PANEL LOGIN

Scroll to Top