Cover 001 001

DETAIL BERITA & ARTIKEL

Pelestarian Banten Lama Didorong Lewat Pendekatan Ramah Lingkungan dan Penguatan Informasi Publik

Serang — Upaya pelestarian kawasan bersejarah di Banten Lama terus diperkuat melalui pendekatan ramah lingkungan dan pengembangan media informasi publik. Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Banten di Auditorium Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Senin (6/4/2024).

Forum tersebut membahas strategi pelestarian kawasan cagar budaya, khususnya di sekitar Kraton Surosowan dan Kraton Kaibon, yang menjadi bagian penting dari lanskap sejarah Kesultanan Banten.

Dalam diskusi tersebut, Moh. Ali Fadillah menegaskan bahwa pelestarian kawasan tidak cukup hanya berfokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan lingkungan. Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah program penghijauan melalui penanaman kembali vegetasi bernilai historis.

“Penanaman pohon ini menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memperkuat nilai sejarah. Kawasan cagar budaya juga perlu dihadirkan sebagai ruang hijau yang bermanfaat bagi masyarakat, dengan menghadirkan kembali tanaman yang sama seperti pada abad ke-17,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Banten Heritage, Aldin Nurhabibi Hadiyanto, menyoroti pentingnya penguatan media informasi sebagai bagian dari strategi pengelolaan kawasan. Menurutnya, Banten Lama memiliki nilai sejarah dan potensi wisata yang besar, baik bagi pengunjung lokal maupun mancanegara, sehingga memerlukan sistem informasi yang lebih terstruktur.

“Kawasan Banten Lama sebagai kawasan cagar budaya memiliki nilai sejarah dan potensi wisata yang sangat besar. Oleh karena itu, ke depan perlu adanya pengembangan media informasi yang lebih terstruktur, salah satunya melalui pembuatan peta kawasan yang informatif dan mudah diakses,” jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmen komunitasnya untuk terlibat aktif dalam penyusunan interpretasi informasi cagar budaya. Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan narasi sejarah yang kuat sekaligus memperkaya pengalaman edukatif bagi pengunjung.

“Kami dari Banten Heritage menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam penyusunan interpretasi informasi cagar budaya, khususnya di kawasan Banten Lama, agar pesan sejarah, nilai budaya, dan edukasi dapat tersampaikan dengan baik kepada pengunjung,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pelestarian lingkungan dan penguatan informasi publik, kawasan Banten Lama diharapkan dapat berkembang sebagai destinasi wisata sejarah yang berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang edukasi yang hidup bagi masyarakat luas.

Penulis: OI/BH

Pelestarian Banten Lama Didorong Lewat Pendekatan Ramah Lingkungan dan Penguatan Informasi Publik

Serang — Upaya pelestarian kawasan bersejarah di Banten Lama terus diperkuat melalui pendekatan ramah lingkungan dan pengembangan media informasi publik. Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Banten di Auditorium Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Senin (6/4/2024).

Forum tersebut membahas strategi pelestarian kawasan cagar budaya, khususnya di sekitar Kraton Surosowan dan Kraton Kaibon, yang menjadi bagian penting dari lanskap sejarah Kesultanan Banten.

Dalam diskusi tersebut, Moh. Ali Fadillah menegaskan bahwa pelestarian kawasan tidak cukup hanya berfokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan lingkungan. Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah program penghijauan melalui penanaman kembali vegetasi bernilai historis.

“Penanaman pohon ini menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memperkuat nilai sejarah. Kawasan cagar budaya juga perlu dihadirkan sebagai ruang hijau yang bermanfaat bagi masyarakat, dengan menghadirkan kembali tanaman yang sama seperti pada abad ke-17,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Banten Heritage, Aldin Nurhabibi Hadiyanto, menyoroti pentingnya penguatan media informasi sebagai bagian dari strategi pengelolaan kawasan. Menurutnya, Banten Lama memiliki nilai sejarah dan potensi wisata yang besar, baik bagi pengunjung lokal maupun mancanegara, sehingga memerlukan sistem informasi yang lebih terstruktur.

“Kawasan Banten Lama sebagai kawasan cagar budaya memiliki nilai sejarah dan potensi wisata yang sangat besar. Oleh karena itu, ke depan perlu adanya pengembangan media informasi yang lebih terstruktur, salah satunya melalui pembuatan peta kawasan yang informatif dan mudah diakses,” jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmen komunitasnya untuk terlibat aktif dalam penyusunan interpretasi informasi cagar budaya. Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan narasi sejarah yang kuat sekaligus memperkaya pengalaman edukatif bagi pengunjung.

“Kami dari Banten Heritage menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam penyusunan interpretasi informasi cagar budaya, khususnya di kawasan Banten Lama, agar pesan sejarah, nilai budaya, dan edukasi dapat tersampaikan dengan baik kepada pengunjung,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pelestarian lingkungan dan penguatan informasi publik, kawasan Banten Lama diharapkan dapat berkembang sebagai destinasi wisata sejarah yang berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang edukasi yang hidup bagi masyarakat luas.

Penulis: OI/BH

PANEL LOGIN

Scroll to Top