BERITA

Banten Lama Ramai Ziarah Jelang Ramadan, Penerbit Banten Heritage Tekankan Pentingnya Sumber Sejarah

SERANG, - Kawasan Banten Lama kembali menjadi tujuan ziarah masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Tradisi ziarah ini telah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun, termasuk mengunjungi makam Sultan Maulana Yusuf, salah satu sultan penting dalam sejarah Kesultanan Banten.

Kegiatan ziarah tersebut dipimpin oleh Tubagus Safaruddin bersama masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh sejarah dan ulama, ziarah ini juga dimaknai sebagai persiapan spiritual menyambut bulan Ramadan.

Usai memimpin ziarah, Tubagus Safaruddin menerima kunjungan dari tim Penerbit Banten Heritage. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pentingnya pelurusan dan pengayaan penulisan sejarah Banten.

Tubagus Safaruddin menyampaikan bahwa penulisan sejarah tidak boleh hanya bersumber dari babad atau cerita tutur semata, tetapi perlu didukung oleh berbagai sumber lain yang dapat memperkuat keabsahan sejarah.

“Sejarah tidak hanya bersumber dari babad saja. Perlu ada sumber-sumber lain yang dimasukkan agar penulisan sejarah menjadi lebih lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Tubagus Safaruddin.

Tim Penerbit Banten Heritage menyambut baik pandangan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus menggali dan menghadirkan sejarah Banten melalui pendekatan multidisipliner, termasuk kajian arsip, arkeologi, dan sumber tertulis lainnya.

Fenomena ziarah di kawasan Banten Lama ini tidak hanya memperlihatkan kuatnya tradisi keagamaan masyarakat, tetapi juga menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap sejarah dan warisan budaya Banten.

Banten Lama Ramai Ziarah Jelang Ramadan, Penerbit Banten Heritage Tekankan Pentingnya Sumber Sejarah

SERANG, – Kawasan Banten Lama kembali menjadi tujuan ziarah masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Tradisi ziarah ini telah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun, termasuk mengunjungi makam Sultan Maulana Yusuf, salah satu sultan penting dalam sejarah Kesultanan Banten.

Kegiatan ziarah tersebut dipimpin oleh Tubagus Safaruddin bersama masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh sejarah dan ulama, ziarah ini juga dimaknai sebagai persiapan spiritual menyambut bulan Ramadan.

Usai memimpin ziarah, Tubagus Safaruddin menerima kunjungan dari tim Penerbit Banten Heritage. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pentingnya pelurusan dan pengayaan penulisan sejarah Banten.

Tubagus Safaruddin menyampaikan bahwa penulisan sejarah tidak boleh hanya bersumber dari babad atau cerita tutur semata, tetapi perlu didukung oleh berbagai sumber lain yang dapat memperkuat keabsahan sejarah.

“Sejarah tidak hanya bersumber dari babad saja. Perlu ada sumber-sumber lain yang dimasukkan agar penulisan sejarah menjadi lebih lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Tubagus Safaruddin.

Tim Penerbit Banten Heritage menyambut baik pandangan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus menggali dan menghadirkan sejarah Banten melalui pendekatan multidisipliner, termasuk kajian arsip, arkeologi, dan sumber tertulis lainnya.

Fenomena ziarah di kawasan Banten Lama ini tidak hanya memperlihatkan kuatnya tradisi keagamaan masyarakat, tetapi juga menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap sejarah dan warisan budaya Banten.

PANEL LOGIN

Scroll to Top