Dalam rangka meningkatkan kualitas pemandu wisata, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang menyelenggarakan pelatihan dengan tema “Wisata Sejarah Kota Serang: Teknik Storytelling dan Interpretasi Objek Wisata Sejarah” yang berlangsung di Hotel Puri Kayana pada Selasa (15/10).

Pelatihan ini diawali dengan sesi diskusi oleh Moh. Ali Fadillah yang membawakan materi berjudul “How to Communicate: The Archaeological Site of Banten Lama.” Kegiatan ini dihadiri oleh para pemandu wisata Kota Serang, anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta pengelola kampung wisata.
Dalam paparannya, Moh. Ali Fadillah menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas pemandu wisata melalui penguasaan bahasa asing dan kemampuan bercerita yang menarik. “Kota Serang sudah saatnya ‘go internasional’ dengan membiasakan penggunaan bahasa asing bagi para pemandu. Saat kita bicara tentang wisata Kota Serang, yang sering muncul adalah Kesultanan Banten Lama. Namun, mengapa kita tidak juga mengangkat aspek geografisnya? Kita punya Sungai Cibanten, yang juga menyimpan potensi wisata besar,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Baekhdi, S.T., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini Kota Serang tengah fokus mengembangkan destinasi wisata kota yang terpusat di kawasan Royal dan Pasar Lama sebagai sentra kuliner khas daerah.
“Ke depan, Pemerintah Kota Serang tengah menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata berbasis heritage. Di Kota Serang banyak ditemukan bangunan peninggalan kolonial Belanda, yang menurut saya dapat menjadi daya tarik utama wisata kota ini,” pungkas Zeka.
***Penulis Aldin/BH