BERITA

Launching Film BPK Wilayah VIII: SUARA RAKYAT PARLEMEN KOLONIAL”, “JEJAK PERADABAN DI ALIRAN WAKTU CIBANTEN”, dan “PESAN MISTERI dari TARUMANAGARA”.

SERANG.- 27 September 2025 – Suasana penuh antusiasme menyelimuti peluncuran Film BPK VIII yang digelar pekan ini. Film dokumenter tersebut mengangkat kisah inspiratif tokoh pergerakan M.H. Thamrin dalam karya bertajuk "Suara Rakyat Parlemen Kolonial", serta jejak sejarah lokal melalui "Jejak Peradaban di Aliran Waktu Cibanten".

Lewat karya ini, sejarah tidak hanya tampil sebagai catatan masa lalu, tetapi juga menjadi refleksi hidup tentang empati, kesadaran, dan keberanian.

“Sebagai anggota Volksraad, Thamrin menjadi penghubung suara rakyat dengan pemerintah Hindia-Belanda. Ia juga banyak meninggalkan jejak melalui pembangunan kota,” ujar salah satu narasumber dalam film tersebut.

Sementara itu, aliran Sungai Cibanten menjadi tokoh utama dalam kisah lain yang dituturkan. Meski kecil dan pendek, sungai ini disebut sarat makna.

“Sungai peradaban itu kecil, pendek, tetapi padat. Dari aliran itu lahir jejak-jejak kehidupan. Kemuliaan justru hadir saat kita mau menghargai sejarah, karena sungai membangun peradaban,” ungkap peneliti lokal yang turut terlibat dalam produksi.

Film BPK VIII ini juga menyingkap sisi humanis dari sebuah riset. Dengan rendah hati, para pembuat film menyampaikan pesan kepada penonton.

“Kami mohon maaf bila terdapat kekeliruan dalam riset. Semoga pesan yang kami sampaikan bisa diterima dengan santun,” kata salah satu tim produksi.

Mengangkat narasi sejarah dengan nuansa personal, Film BPK VIII menjadi undangan bagi generasi kini untuk lebih dekat dengan masa lalu. Tak sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan dalam memahami perjalanan bangsa dan peradaban yang terus mengalir.***(Aldin Nur Habibi Hadiyanto).

Launching Film BPK Wilayah VIII: SUARA RAKYAT PARLEMEN KOLONIAL”, “JEJAK PERADABAN DI ALIRAN WAKTU CIBANTEN”, dan “PESAN MISTERI dari TARUMANAGARA”.

SERANG.- 27 September 2025 – Suasana penuh antusiasme menyelimuti peluncuran Film BPK VIII yang digelar pekan ini. Film dokumenter tersebut mengangkat kisah inspiratif tokoh pergerakan M.H. Thamrin dalam karya bertajuk “Suara Rakyat Parlemen Kolonial”, serta jejak sejarah lokal melalui “Jejak Peradaban di Aliran Waktu Cibanten”.

Lewat karya ini, sejarah tidak hanya tampil sebagai catatan masa lalu, tetapi juga menjadi refleksi hidup tentang empati, kesadaran, dan keberanian.

“Sebagai anggota Volksraad, Thamrin menjadi penghubung suara rakyat dengan pemerintah Hindia-Belanda. Ia juga banyak meninggalkan jejak melalui pembangunan kota,” ujar salah satu narasumber dalam film tersebut.

Sementara itu, aliran Sungai Cibanten menjadi tokoh utama dalam kisah lain yang dituturkan. Meski kecil dan pendek, sungai ini disebut sarat makna.

“Sungai peradaban itu kecil, pendek, tetapi padat. Dari aliran itu lahir jejak-jejak kehidupan. Kemuliaan justru hadir saat kita mau menghargai sejarah, karena sungai membangun peradaban,” ungkap peneliti lokal yang turut terlibat dalam produksi.

Film BPK VIII ini juga menyingkap sisi humanis dari sebuah riset. Dengan rendah hati, para pembuat film menyampaikan pesan kepada penonton.

“Kami mohon maaf bila terdapat kekeliruan dalam riset. Semoga pesan yang kami sampaikan bisa diterima dengan santun,” kata salah satu tim produksi.

Mengangkat narasi sejarah dengan nuansa personal, Film BPK VIII menjadi undangan bagi generasi kini untuk lebih dekat dengan masa lalu. Tak sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan dalam memahami perjalanan bangsa dan peradaban yang terus mengalir.***(Aldin Nur Habibi Hadiyanto).

PANEL LOGIN

Scroll to Top