MENGUNGKAP RAHASIA CAFÉ PART II

Selain berbahasa, kini mereka pun memiliki jenis kebanggaan baru dengan semakin dikenalnya gaya hidup Perancis. Contoh paling kentara di Indonesia adalah semakin menjamurnya warung-warung kopi ala Perancis yang populer dengan sebutan café (kafe). Mengenal kafe di negeri asalnya, barangkali bisa memberi kita pengetahuan tentang seluk-beluk kehidupan orang Perancis, setidaknya tentang tradisi tua yang menjadikan kafe sebagai sebuah institusi sosial yang penting dalam memelihara dan mengembangkan kebudayaan bangsa Gaulois ini.Ihwal café di Perancis, tentu saja berbeda dengan bar di Amerika Serikat.

Warung kopi Perancis memang mempunyai karakter keduanya: sebagai café tetapi sekaligus juga bar, yang sama-sama merepresentasikan ‘restoran’. Dicirikan oleh sebuah bangunan permanen yang pada bagian interiornya terdapat beberapa meja, taburette (kursi tak bersandaran), dengan pencahayaan yang serasi serta rak-rak untuk menyimpan berbagai jenis gelas dan botol,  biasanya dinding-dinding bar memiliki cermin besar. Pada bar-bar Perancis terkadang juga ada piano atau seperangkat peralatan orchestra. Pada salah satu sudutnya ditempatkan satu atau dua kotak permainan (game).  Berdiri di depan bar atau menempati meja yang telah tersedia di dalam atau di luar bangunan, orang pun bisa memesan minuman ala Amerika, seperti: wisky, gin, dan cocktail. Jenis bar seperti itu sering dikunjungi oleh kelompok the have dan juga oleh mereka yang menyukai suasana yang dirancang berwatak kosmoplitan.Namun kebanyakan bar-bar Perancis itu hanya berupa kafe yang bisa ditemukan di seluruh pelosok kota. Menariknya, setiap kafe mempunyai ciri khas dengan pelanggan masing-masing. Oleh karena itu, kafe selalu ada di setiap perempatan dari seluruh bagian pemukiman kota (arroundisement). Selain menawarkan berbagai macam minuman, kafe juga menyediakan makanan.

Café juga mempunyai fungsi sosial yang sangat penting.  Di kota besar atau kecil, kafe sering kali menjadi pusat aktivitas masyarakat sekitar. Lelaki dewasa biasa mengunjungi kafe untuk minum kopi atau bir sambil main kartu. Para politikus, penulis, artis, mahasiswa dan berbagai profesional lainnya membiasakan diri pergi ke kefe kesukaan.

Disanalah mereka bertemu dengan sesama, sambil minum atau makan membicarakan banyak hal, terutama isu-isu hangat yang terkait dengan kepentingan mereka. Turnamen olah raga, film, cabaret, musik, teater dan topik-topik lainnya dapat dirundingkan di kafe. Jadi, kafe selain tempat makan-minum, juga berfungsi sebagai biro informasi bagi penduduk setempat. Bahkan pada kesempatan khusus pesta-pesta dansa pun dapat diadakan di situ, termasuk pemutaran film.